Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Kesambi (Schleichera oleosa) terhadap Efek Neurofarmakologi

Authors

  • fachria ardila universitas muhammadiyah makassar
  • Adelia delia Rois Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Afni Nurul Aliyah T Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Mutiara Annisa Idris Tana Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Ana Munsir Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Muftiha Ar-Rahmah Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Febi Febrianti Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Jumaya Sari Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Andi Utari Prasetya Ningrum Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.59841/jumkes.v4i1.3578

Keywords:

Schleichera oleosa, neurofarmakologi, ekstrak daun, dosis respons, sistem saraf

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber agen neurofarmakologis alami semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya prevalensi gangguan sistem saraf dan keterbatasan penggunaan obat sintetis. Salah satu tanaman yang berpotensi namun masih terbatas kajian ilmiahnya adalah Kesambi (Schleichera oleosa), yang secara tradisional digunakan untuk berbagai keperluan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun Kesambi terhadap efek neurofarmakologi, serta mengidentifikasi pola respons dosis dan konsentrasi paling efektif dalam memodulasi sistem saraf pusat dan otonom. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan hewan uji yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Ekstrak daun Kesambi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut akuades dan diberikan secara per oral pada konsentrasi 1%, 2%, dan 4%. Evaluasi efek neurofarmakologis dilakukan melalui skrining perilaku terhadap delapan parameter, yaitu parasimpatomimetik, stimulasi sistem saraf pusat, depresi sistem saraf pusat, simpatolitik, relaksasi otot, simpatomimetik, parasimpatiolitik, dan analeptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Kesambi menimbulkan variasi respons neurofarmakologis yang dipengaruhi oleh konsentrasi. Konsentrasi 4% memberikan efek paling dominan pada sebagian besar parameter, khususnya depresi sistem saraf pusat, relaksasi otot, dan modulasi sistem saraf otonom, sedangkan konsentrasi 2% menunjukkan efek stimulasi sistem saraf pusat yang optimal. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak daun Kesambi sebagai neuromodulator.

 

References

Alim, N., & Hasan, T. (2022). Phytochemical Screening , Relationship of Total Phenolic with Antioxidant Activity Of Ethanol and Methanol Extracts of Kesambi ( Schleichera oleosa ( Lour .) Oken ) Bark. 22(2), 118–124.

Ambarwati, P., & Supriyanti, E. (2020). Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Kecemasan Pada Pasien Asma Bronchial. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 4(1), 27–34.

Coolen, B., Beek, P. J., Geerse, D. J., & Roerdink, M. (2020). Avoiding 3D Obstacles in Mixed Reality : Does It Di ff er from Negotiating Real Obstacles ? 20(1095), 1–24.

Fadholly, A. (2025). Pengamatan Gejala Klinis Penggunaan Pilokarpin dan Atropin pada Mencit. Jurnal Veteriner Dan Biomedis, 3(1), 64–68.

Holil, K., & Griana, T. P. (2025). Analisis fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak daun Kesambi (Schleichera oleosa) metode DPPH. Journal of Islamic Pharmacy.

Istiqomah, Yahdi, & Dewi, Y. K. (2021). Uji Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Kulit Batang Kesambi {Schleichera Oleosa (Lour) Oken] Menggunakan Metode Ekstraksi Bertingkat. Jurnal Kimia & Pendidikan Kimia, 3(1), 22–31.

Kadek, N., Candra, D., Yanti, S., Made, N., & Susanti, P. (2024). Potensi Antioksidan dan Neuroprotektif Bunga Telang ( Clitoria ternatea L .): Literature Review. Workshop Dan Seminar Nasional Farmasi, 3, 435–443.

Nasution, M. A., Gultom, N., Silitonga, M., Medan, U. N., William, J., Ps, I., & Baru, K. (2025). Literatur Review : Kajian Tanaman Obat Untuk Mengatasi Penyakit Sistem Saraf Pusat di Indonesia. Journal of Biological Education and Science, 6(1), 32–44.

Nursamsiar, Fadri, A., Sami, F. J., Syam, N., & Rahma, H. (2023). Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Daun Kesambi ( Schleichera oleosa . L ) Asal kabupaten Gowa. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 9(2), 253–261.

Nursamsiar, N., Khairuddin, K., Marwati, M., & Syamsu, N. (2024). Aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat berbagai bagian tanaman kesambi (Schleichera oleosa L.) dengan metode DPPH. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 13(1).

Prasetya, & Basoeki, L. (2019). Neuromodulation Intervention In Resistant Depression. Jurnal Psikiatri Surabaya, 8(2), 40–46.

Sari, P., Sugita, P., & Santoso, A. (2019). Aktivitas Antioksidan , Antibakteri , dan Toksisitas Ekstrak Kulit Batang Pohon Kesambi (Schleichera oleosa (Lour) Oken). Jurnal Jamu Indonesia, 4(September), 112–118.

Syafrianto, Efendi, M., Lahmi, A., Dahlan, D., & Hakim, R. (2025). Sistem Saraf Tepi Dan Otonom: Struktur, Interaksi Homeostatik, Dan Implikasi Klinis. Nan Tongga Health and Nursing, 20(1), 1–10.

Tkaczenko, H., Buyun, L., & Kurhaluk, N. (2025). Neuroactive Phytochemicals as Multi-Target Modulators of Mental Health and Cognitive Function : An Integrative Review. International Journal of Molecular Science, 26, 1–45.

Wulandari, Hakim, R., Dahlan, D., & Lahmi, A. (2025). Pemahaman Anatomi Sistem Syaraf Pusat dalam Perspektif Islam :Integrasi Ilmu Kedokteran dan Filsafat Islam. Indonesian Research Journal on Education, 5(1), 2531–2537.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

ardila, fachria, delia Rois, A., Afni Nurul Aliyah T, Annisa Idris Tana, M., Munsir, A., Ar-Rahmah, M., … Ningrum, A. U. P. (2026). Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Kesambi (Schleichera oleosa) terhadap Efek Neurofarmakologi. Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.59841/jumkes.v4i1.3578

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.