Penyuluhan Kandungan Gizi, Zat Bioaktif, Dan Teknik Penyimpanan ASI Serta MPASI Untuk Kesehatan Anak
DOI:
https://doi.org/10.59841/jai.v3i4.3518Keywords:
stunting, ASI eksklusif, penyimpanan asi, mpasi, edukasi giziAbstract
Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu wilayah prioritas intervensi stunting. Permasalahan stunting masih berkaitan erat dengan praktik pemberian ASI dan MPASI yang belum optimal, terutama rendahnya pengetahuan ibu mengenai kandungan gizi dan zat bioaktif ASI, teknik penyimpanan ASI yang benar, serta pemberian MPASI sesuai usia dan kebutuhan gizi anak. ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan berperan penting dalam pencegahan stunting karena mengandung nutrisi lengkap dan faktor imunologis. Penyimpanan ASI yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas gizi dan bioaktivitasnya, khususnya pada ibu bekerja. Setelah usia enam bulan, pemberian MPASI yang tidak memenuhi prinsip gizi seimbang, tekstur, dan kebersihan berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu terkait kandungan gizi dan zat bioaktif ASI, teknik penyimpanan ASI yang tepat, serta praktik pemberian MPASI yang benar. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan demonstrasi praktis. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pola asuh gizi keluarga dan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di Desa Gununglurah.
References
BKKBN. (2022). Laporan Capaian ASI Eksklusif Nasional. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Data Profil Kesehatan Puskesmas Cilongok 1 Tahun 2019. 2020. Dapat diakses melalui https://static.banyumaskab.go.id/website/file/website_060422091445624cf795828e9.pdf
Dewi, A. N., & Istidamatul, L. (2021). Buku Saku Pintar. Pekalongan: PTNasya Expanding Management
Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas Tahun 2023. Banyumas: Dinas Kesehatan.
Febriani, D., & Lestari, P. (2021). Manajemen ASI perah pada ibu bekerja. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 15(2), 85–93.
Febriani, D., & Lestari, R. (2021). Penyimpanan Air Susu Ibu untuk Mempertahankan Kualitas Nutrisi dan Imunitas. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(2), 85–92.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Handayani, S., Suryani, D., & Rahayu, T. B. (2020). Pengetahuan ibu tentang ASI dan MPASI sebagai faktor risiko stunting. Jurnal Gizi Indonesia, 8(2), 123–131.
Handayani, S., Widiyanto, T., & Rahmawati, R. (2020). Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan ASI Eksklusif di Indonesia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(1), 45–53.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.
Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J., França, G. V., Horton, S., Krasevec, J., … Rollins, N. C. (2021). Breastfeeding in the 21st century: Epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. The Lancet, 397(10292), 475–490.
World Health Organization. (2020). Stunting Policy Brief. World Health Organization
World Health Organization. (2020). Infant and young child feeding: Guiding principles. Geneva, Switzerland: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 jurnal ABDIMAS Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




