Evaluasi Kesesuaian Penyimpanan Obat High Alert dan Lasa di Apotek Kaligelang Kabupaten Pemalang Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016
DOI:
https://doi.org/10.59841/jumkes.v4i1.3591Keywords:
Penyimpanan obat, Obat High Alert, Obat LASAAbstract
Penyimpanan obat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kefarmasian di apotek yang berperan besar dalam menjamin kualitas, stabilitas, dan keamanan obat sampai ke tangan pasien. Khususnya pada obat-obatan yang termasuk kategori High Alert dan Look-Alike Sound-Alike (LASA), penyimpanan yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat (medication error) yang berpotensi menimbulkan efek samping serius hingga membahayakan nyawa pasien. Oleh karena itu, diperlukan sistem penyimpanan yang sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengocok penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang, Kabupaten Pemalang, berdasarkan standar yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional langsung dan wawancara terstruktur kepada tenaga kefarmasian yang bekerja di apotek. Evaluasi dilakukan terhadap aspek identifikasi, penandaan khusus, dan pemisahan fisik pada penyimpanan obat High Alert dan LASA.
Hasil pengamatan Kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan obat LASA di Apotek Kaligelang yang mengacu pada Permenkes RI No. 73 Tahun 2016, diperoleh bahwa sebagian besar aspek penyimpanan telah sesuai. Untuk obat High Alert, diperoleh Jumlah Total Prosentase 80% sudah sesuai, Sedangkan untuk obat LASA, diperoleh Jumlah Total Prosentase 75% sudah sesuai. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang mencapai rata-rata 77,5%, menunjukkan bahwa sistem pengelolaan obat berisiko tinggi di apotek ini telah berjalan dengan baik. Namun demikian, masih diperlukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan keselamatan pasien (patient safety) serta mencegah terjadinya kesalahan pengobatan di lingkungan Apotek.
References
Aldhwaihi, K., Schifano, F., Pezzolesi, C., & Umaru, N. (2016). A systematic review of the nature of dispensing errors in hospital pharmacies. Integrated Pharmacy Research and Practice, 5, 1–10.
Amraini A. (2022). Evaluasi Penyimpanan Obat Di Apotek Mayang. Pharmaceutical Journal of UNAJA, 1(1), 1–5.
Ardianingtyas, L., & Dwi, A. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen penyimpanan obat di instalasi farmasi.
Arikunto. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ciociano, N., Grisi, L., Bagnasco, L., Giovanna Elberti, M., & Mazzarella, M. (2017). Risk assessment of look-alike, sound-alike (LASA) medication errors in an Italian hospital pharmacy: A model based on the “Failure Mode and Effect Analysis.” Journal of Health and Social Sciences, 2(1), 47–64.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
Ervianingsih, R. A., & Anastasia, D. (2021). Analisis Penyimpanan Obat di Puskesmas Wara Kota Palopo. Jurnal Fenomena Kesehatan, 4, 435–441.
Haryadi, D., & Trisnawati, W. (2022). Evaluasi Penyimpanan Obat high alert Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Juanda Kuningan. Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan), 7–13.
Karlida, I., & Musfiroh, I. (2020). Suhu Penyimpanan Bahan Baku Dan Produk Farmasi Di Gudang Industri Farmasi. Farmaka, 15(4), 58–67.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Muhlis, M., Andyani, R., Wulandari, T., & Aulia A. S. (2019). Pengetahuan Apteker Tentang Obat-Obat LOOK-ALIKE SOUND-ALIKE 78 Dan Pengelolaannya di Apotek Kota Yogyakarta. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia. Vol.8. No.2
Pitoyo, A. Z. (2016). Analisis kejadian medication error pada fase dispensing di instalasi farmasi rawat inap rumah sakit. Jurnal Manajemen Pelayanan Farmasi (JMPF), 6(1), 45-54.
Putra, A. (2016). Analisis penyebab medication error pada pelayanan kefarmasian di apotek. Jurnal Manajemen Pelayanan Farmasi, 6(2), 115-124.
Ranti, Y. P., Mongi, J., Sambow, C., & Karauwan, F. (2019). Evaluasi Sistem Penyimpanan JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI 9329 Volume 5, Nomor 3, September 2024 ISSN : 2774-5848 (Online) ISSN : 2777-0524 (Cetak) Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek M Manado. The Tropical Journal of Biopharmaceutical, 2(2), 158–169.
Seldiano, A., Ratnasari, D., & Tiadeka, P. (2021). Sistem Penyimpanan Obat di Apotek Kimia Farma GKB. Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS), 2(02), 22.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susilawati, E., Pasha, E. D. Y. M., & Fatimah, D. S. (2022). Evaluasi Kesesuaian Penyimpanan Obat Di Salah Satu Apotek Kota Cimahi. Borneo Journal of Pharmascientech, 6(1), 31–37.
Tajuddin, R. S., Sudirman, I., & Maidin, A. (2012). Faktor penyebab medication error di Instalasi Rawat Darurat. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Service Management), 15(4), 182-187.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







